Monday, February 6, 2012

Indonesia Brussels Holiday Fair 2012



Pada tanggal 2 - 6 Februari 2012, Indonesia telah menjadi tuan rumah dalam acara "Salon des Vacances" atau Brussels Holiday Fair yang diadakan di Brussels Expo. Ini juga merupakan realisasi dari strategi untuk mempopulerkan Indonesia sebagai tujuan wisata bagi wisatawan di Belgia khususnya dan Eropa pada umumnya dan juga sebagai tempat untuk berbisnis. Acara ini dibuka oleh Wakil Menteri Parawisata, Bapak Sapta Nirwandar juga dimeriahkan oleh beberapa seniman yang datang dari Indonesia, termasuk Pelukis Cepat dari Bandung dan Pembatik dari Museum Batik Indonesia, Jakarta. Putri Pariwisata Indonesia 2012 juga menunjukkan kebolehannya dalam menari dan sekaligus menjadi MC (Master Ceremony) dalam acara tersebut.


Dalam acara ini DWP KBRI Brussel juga menampilkan kebolehannya dalam menabuh gamelan. Sangat menarik karena pada saat mulai dimankan, gema alunan lagu gamelan yang dimainkan menyita perhatian hampir seluruh pengunjung yang datang ke Brussels Expo. Dalam kesempatan ini, para putra putri TAMASYA tidak mau kalah untuk menunjukkan talentanya menabuh gamelan dan beberapa mahasiswa Indonesia juga melakukan promosi Indonesianya dengan tarian Indonesia.


Tuesday, December 20, 2011

PERINGATAN HARI ULANG TAHUN DHARMA WANITA PERSATUAN


Pada tanggal 20 Desember 2011 yang lalu, telah di selenggarakan Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ke -12 yang dilaksanakan di KBRI Tervuren, Brussel. Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan ini dihadiri oleh Penasihat DWP, Ketua DWP Brussel, Pengurus beserta Anggota DWP serta dihadiri pula oleh Staf KBRI Brussel.

Peringatan Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan dilaksanakan dengan rangkaian kegiatan berupa  upacara bendera, perlombaan dan tanam pohon.


Pada Upacara Bendera, telah dibacakan  Sambutan Ketua Dharma Wanita Persatuan Pusat yang di bacakan oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Brussel Ibu Sartika Oegroseno. Setelah Upacara selesai, dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng. Pemotongan tumpeng yang oleh Pembina Dharma Wanita Persatuan Brussel Bapak Duta Besar Arif Havas Oegroseno diberikan kepada Ketua dan anggota Dharma Wanita Persatuan  tertua yaitu Ibu Sartika Oegroseno dan Ibu Cecilia Adirono. 



Perlombaan yang diadakan adalah perlombaan merangkai bunga dan perlombaan membuat salad.  Acara berlangsung dengan meriah yang diikuti oleh beberapa anggota DWP Brussel dengan penuh semangat. Adapun perlombaan berlangsung selama kurang lebih 40 menit dan para peserta lomba berusaha menampilkan keahlian masing-masing baik dalam hal merangkai bunga dan membuat salad untuk mencapai hasil  yang terbaik dan memuaskan.  Para juri adalah beberapa anggota yang memiliki keahilan dalam kedua bidang yang dilombakan tersebut. Setelah melakukan penilaian dengan seksama, para juri berhasil menentukan para juara lomba.

Sebagai puncak acara HUT Dharma Wanita Persatuan ditandai dengan penanaman pohon Cherry di halaman KBRI Tervuren.  Walaupun cuaca sangat dingin yang berkisar sekitar 8 derajat celcius, namun Ibu- ibu Pengurus DWP terlihat antusias melaksanakan penanaman pohon tersebut.


Acara kemudian dilanjutkan dengan Pertemuan anggota dan makan siang bersama yang berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan yang merefleksikan hubungan yang sangat erat diantara pengurus dan anggota DWP.

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT, rangkaian kegiatan HUT Dharma Wanita Persatuan tahun ini berlangsung dengan lancar dan sukses. Hal ini adalah berkat kerja sama yang baik antara Pengurus dengan Anggota DWP Brussel serta dukungan dari KBRI Brussel.
Dirgahayu Dharma Wanita Persatuan .

Wednesday, December 7, 2011

TAMASYA (Taman Anak Masyarakat Indonesia Belgia)

Pendidikan adalah usaha yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan dalam hal pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat.
Anggota keluarga sangat mempunyai peran penting dalam hal pengajaran yang amat mendalam, sering kali lebih mendalam dari yang disadari mereka, walaupun pengajaran anggota keluarga berjalan secara tidak resmi.  Berdasarkan semangat untuk memajukan putra bangsa Indonesia khususnya yang bermukim diluar negeri, telah terbentuk program “TAMASYA” (Taman Anak Masyarakat Indonesia Belgia), yang secara informal telah disosialisasikan pada bulan November 2011.  Dimulai dengan diadakannya Seminar Parenting, dengan peserta seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan Brussel dan sebagai pembicara dalam acara seminar tersebut adalah Bapak Andi Yudha (Pemerhati Kreatifitas Anak). 
Program TAMASYA ini disambut baik oleh masyarakat Indonesia di Belgia.  Dimana kegiatan program tamasya ini akan diadakan secara berkala dua minggu sekali setiap bulannya, indoor dan outdoor.  Dalam program ini akan dititik beratkan kepada unsur GSG (Gerak Suara dan Gambar) dengan mengikuti tema antara lain hari-hari bersejarah Indonesia, budaya dan seni Indonesia.  Selain itu dalam program ini anak-anak juga akan diberikan kebebasan dalam hal menulis atau “Creative Writing”.   Semua hasil dari anak-anak tersebut akan ditampilkan dalam acara Hari Anak Indonesia dalam bentuk “Pameran dan Festival”.

Program ini telah secara resmi dibuka pada tanggal 7 Desember 2011.  Pembina DWP Brussel, Bapak Arif Havas Oegroseno juga memberikan sambutan yang menitik beratkan kepada pendidikan anak luar sekolah.  Acara ini juga  menampilkan gamelan dan angklung oleh anak-anak Indonesia di Belgia, asuhan Pak Made Wardana serta acara GSG (Gerak Suara dan Gambar) yang langsung dipandu oleh Kak Andi Yudha.
Dengan akan diadakannya juga program TOT (Training Of Trainer) dalam program “TAMASYA” ini, diharapkan program ini dapat dijalankan terus dan berkesinambungan oleh para orang tua dan remaja yang dengan suka rela membantu untuk menunjang program KBRI  dalam hal pembinaan anak-anak Indonesia di Belgia.

Tuesday, November 29, 2011

Demonstrasi Decopage oleh Ny. Mira Hartulisyoso

Di akhir masa tugas suami sebagai seorang Atase Pertanian di KBRI Brussel yang akan segera kembali ke Indonesia, Ny. Mira Hartulisyoso menyempatkan diri untuk melakukan demonstrasi decopage pada pertemuan anggota DWP KBRI Brussel pada bulan November 2011. Decopage sebenarnya merupakan keterampilan yang dapat dipergunakan untuk memperbaharui tampilan barang-barang di rumah anda seperti vas bunga bening agar dapat menjadi bermotif sesuai dengan yang kita inginkan.


Bahan-bahan yang dibutuhkan dalam demonstrasi decopage berupa lem vernish, adhesive tape, gunting, sikat/kuas, lem PVA. Media pendukung antara lain kayu , kardus, besi, plastik, kaca, gelas, rotan, logam, dan kain. Namun menurut pengalaman Ny. Mira dasar kayu/terakota memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan media lainnya. Ny. Mira mempraktekan 2 (dua) teknik decopage yaitu teknik robek kertas  dan teknik dengan kertas tisu. Ibu-ibu yang hadir dapat memilih teknik yang menurut mereka anggap lebih mudah.