Tuesday, October 25, 2011

DHARMAWISATA DWP KBRI BRUSSEL KE KOTA CALAIS



Di akhir Oktober 2011, ibu-ibu Pengurus DWP, anggota dan masyarakat sekitar 75 orang menyambut musim gugur dengan melakukan kegiatan wisata perjalanan menuju sebuah kota di utara Perancis yaitu Calais.

Calais adalah sebuah kota menghadap selat Dover, titik tersempit di Selat Inggris yang hanya 34 km ( 21mil ) lebar di sini dan adalah kota terdekat Perancis ke Inggris. Hampir seluruh kota dihancurkan oleh pemboman selama Perang Dunia II. Kini pusat kota didominasi oleh balai kota yang khas, dibangun dalam gaya Renaisans Flemish (dan terlihat baik ke laut). Langsung di depan balai kota adalah patung Burger Calais (Perancis Les Bourgeois de Calais) oleh Aguste Rodin. Di selatan stasiun kereta api di sebuah taman kecil terletak Markas militer Jerman masa perang kini terbuka untuk umum sebagai sebuah museum perang.

Sebagian besar ibu-ibu dengan berjalan kaki mengunjungi bagian lama kota Calais (Calais Noord) dimana terletak di sebuah pulau buatan yang dikelilingi oleh kanal-kanal dan pelabuhan. Acara ini ditutup dengan kunjungan ke sebuah Shopping Center L'Usine Cote d'Opale adalah sebuah shopping center yang cukup besar di kota tersebut untuk sekedar mencari oleh-oleh dan melepas lelah. Semoga kegiatan wisata perjalanan tahun ini dapat menambah wawasan, meningkatkan rasa kebersamaan dan silahturahmi antara ibu-ibu pengurus, anggota DWP dan masyarakat di Brussel. 

Thursday, September 22, 2011

Workshop “Batik Celup dan Glass Painting”

Pada hari selasa tanggal 22 September 2011 telah diadakan workshop “Batik Celup dan Glass Painting” di Wisma Indonesia Tramlaan, Brussel.  Acara ini dibawakan oleh Ibu Barli dari Bale Seni Barli, Bandung yang sedang berkunjung ke Belgia.  Hampir seluruh pengurus dan anggota DWP KBRI Brussel terlibat dalam acara yang menarik ini. Terlihat peserta sangat antusias untuk mendengarkan dahulu keterangan cara mencelup batik dan mewarnai gelas kaca dengan cat acrylic yang dilanjutkan dengan workshop bersama. 

Batik celup juga terkenal dengan nama jumputan.  Sangat menarik cara pembuatannya, karena hanya dengan kain dengan dasar warna putih dan diikat dengan elastis dan dicelupkan di air yang sudah disediakan dengan berbagai macam warna. Workshop glass painting juga tidak kalah menariknya dan sangat mudah.  Gelas kaca dimasukan kertas bergambar didalamnya dan selanjutnya diwarnai atau dilukis dengan kuas mengikuti gambar yang telah dibuat dengan cat khusus. 

Semua peralatan yang dibutuhkan untuk membuat batik celup dan glass painting dapat dibeli di art shop dimana saja dengan biaya yang sangat murah. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan wawasan dan menambah pengetahuan serta pelestarian budaya Indonesia kepada seluruh anggota DWP KBRI Brussel

Tuesday, September 20, 2011

PERTUNJUKAN PERDANA “ADISTRI” (GAMELAN DWP KBRI BRUSSEL)



Pada Resepsi Diplomatik HUT RI yang ke 66 yang di adakan pada tanggal 20 September 2011 di The Hotel, Brussel, ibu- ibu dari Dharma Wanita Persatuan KBRI Brussel untuk pertama kalinya tampil di hadapan publik. Setelah berlatih selama kurang lebih 8 bulan di bawah bimbingan Bapak Made Agus Wardana, akhirnya ibu- ibu dari DWP KBRI Brussel berhasil membawakan 2 buah lagu secara berturut- turut dari Bali Yaitu “ Tabuh Gilak “ dan “ Tabuh Memendet” , yang durasinya berlangsung selama 4 menit.

Personil Gamelan ini merupakan gabungan dari Ibu- ibu Pengurus DWP KBRI Brussel beserta anggotanya yang tergabung dalam grup gamelan “AdistrI”.

Penampilan Perdana ini cukup mendapat perhatian yang khusus, karena undangan yang kebanyakan dari masyarakat Eropa merasa terhibur mendengarkan kesenian khas tradisional Indonesia terutama Gamelan yang berasal dari Bali . Selain itu pementasan perdana ini merupakan salah satu promosi budaya Indonesia terhadap masyarakat Eropa. Sehingga mereka lebih mengenal Indonesia. 

Semoga dengan penampilan perdana Gamelan ini akan terus berlanjut dengan pementasan gamelan berikutnya. Terima kasih kepada Pak Made yang telah meluangkan waktunya untuk mengajarkan gamelan dan bersama-sama dengan DWP KBRI Brussel telah membantu mempromosikan alat musik tradisional Indonesia kepada masyarakat Belgia melalui diplomasi kesenian.

Wednesday, August 17, 2011

Demo Menghias Botol oleh Ny. Amy Ghazali

Ny. Amy Ghazali
Dengan balutan kebaya ibu-ibu DWP Brussel tampak istimewa ketika menghadiri pertemuan bulan Agustus seusai mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-66. Pengisi acara arisan kali ini adalah Ny. Amy Ghazali yang akan melakukan demo menghias botol.
Bahan-bahan yang diperlukan untuk melakukan demo menghias botol sangat sederhana karena memanfaatkan barang-barang di rumah. Misalnya untuk botol, kita dapat ambil dari botol kecap, botol sambal, botol wine dan aneka botol yang sudah tidak terpakai lagi. Semakin unik bentuk botol maka akan semakin cantik pula nantinya penampilan dari botol yang akan dihias tersebut. Sedangkan untuk hiasannya, kita dapat memanfaatkan bumbu-bumbu yang ada di dapur. Bahkan kita dapat pula menggunakan sampah dari kebun berupa kulit pohon ataupun ranting yang jatuh. Kemudian tinggal kita rekatkan hiasan – hiasan tadi dengan menggunakan lem tembak. Botol yang sudah dihias dapat kita gunakan untuk mempercantik rumah terutama di acara-acara istimewa seperti perayaan keagamaan, ulangtahun, dan lain-lain. 

Tuesday, June 28, 2011

Demonstrasi Membuat Wingko oleh Ny. Tamy Sutanto

Jelang liburan musim panas, pertemuan bulanan ibu-ibu DWP Brussel pada tanggal 28 Juni 2011 nampak sepi karena banyaknya ibu-ibu yang berlibur bersama keluarganya masing-masing. Karena  itulah demonstrasi yang diadakan kali ini dapat dimaksudkan sebagai cemilan praktis untuk anak-anak yang sedang libur sekolah yaitu  wingko oleh Ny, Tamy Sutanto. Lama pembuatan wingko ini terbilang singkat karena hanya membutuhkan waktu ± 30 menit. Rasanya yang legit berkat perpaduan santan kental dengan kelapa kering membuat kita tidak ingin melewatkannya satu iris pun.

Wednesday, June 15, 2011

APWA Charity Bazaar, 4 Juni 2011

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya,  APWA (Asia-Pasific Women's Association)  menyelenggarakanacara penggalangan dana tahunan "Charity Bazaar" di Brussels. Pada tahun ini diselenggarakan hari Sabtu,  04 Juni 2011.  APWA adalah suatu organisasi non profit yang anggotanya  sebagian besar adalah istri-istri duta besar Asia Pasific dan Heads of Missions di kawasan Uni Europa. Bazaar  dibuka oleh Istri Duta Besar Pakistan (Presiden APWA pada tahun ini). Sekitar 20 negara anggota berpartisipasi menyajikan kerajinan, makananpertunjukan kesenianparade pakaian nasional serta tak ketinggalan hadiah-hadiah menarik seperti tiket penerbangan, voucher makan dsb. yang diundi pada hari tersebut. Tak kalah menarik, di sebuah sudut di jual juga dengan harga murah baju-baju layak pakai.  Seluruh hasil Bazaar ini akan disumbangkan bagi ke beberapa negara anggota yang terpilih.  Indonesia adalah salah satu negara yang terpilih tahun ini mendapatkan donasi yang diperuntukan untuk salah satu rumah yatim piatu di Indonesia.

Dharma Wanita KBRI Brussel, ikut berpartisipasi pada acara tersebut.  Sebelum penyelenggaraan bazaar didahului dengan penyebaran penjualan kupon tombola (undian berhadiah) kepada masyarakat Indonesia di Belgia.  Pada hari H,  ibu-ibu pengurus DWP mulai pagi hari sudah menyiapkan stand bazaar, mendekorasi, menata barang-barang khas Indonesia serta menata makanan yang kali ini menyajikan menu Siomay Bandung dan Bakso Malang. Stand Indonesia cukup banyak dikunjungi orang, sebagian dari mereka adalah  masyarakat Indonesia yang datang dari beberapa kota di Belgia.  Penjualan barang dan makanan pada hari itu cukup menggembirakan hasilnya.  

Pada  acara pertunjukan kesenian penari Indonesia mendapat kehormatan menyajikan tariannya sebagai penampilan pertama, yaitu tarian dari daerah Bali yang dimodifikasi.  Penampilan ke dua membawakan tarian dari daerah Sumatra.  Pada acara undian, peserta dari Indonesia belum terlalu beruntung memenangkan hadiah-hadiah utamanya.  Tetapi dengan niat untuk menyumbang, maka hal itu tidaklah menimbulkan kekecewaan.  

Acara berlangsung lancar sampai sore hari.  Sekitar jam 17.00 peserta sudah merapikan kembali stand-standnya, untuk kemudian membawa barang-barangnya kembali.

Tuesday, May 31, 2011

Demo Salad oleh Ny.Nirien

Ny.Nirien dengan saladnya
Suasana hujan yang menyelimuti kota Brussel tidak menyurutkan semangat ibu-ibu anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Brussel untuk menghadiri acara pertemuan bulanan pada hari Selasa, 31 Mei 2011 yang mengagendakan demo "Membuat Salad" oleh Ny. Nirien. Walaupun acara demo "Membuat Salad" dilakukan setelah makan siang, namun ternyata tidak mengurangi minat ibu-ibu untuk menyaksikan acara tersebut.